~sebenarnya terlalu sering diri merasakannya, tapi hanya mampu untuk memandng dari kejauhan. tertawa cekikikan dalam hai karena melihat tingkah aneh itu. paras tak menjadi masalah karena hanya bersifat relatif hakikatnya,yang tercermin menurutku adalah akhlaknya. yang memang tak ku ketahui secara menyeluruh, tapi cukup itu bagiku untuk mengetahui keberadaannya.
senyum lirih tersimpul diraut wajahnya tiap kali melihatnya dari balik jendela yang tertutupi tirai tipis dari dalam bilik. yah...ku tahu, tak seperti itu seharusnya rasa in tersentuh.
cukuplah Allah Subhanahu Wata'ala yang menyaksikannya....~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar